Warga: Pemkot Bekasi Tidak Niat Perbaiki Jalan

REPUBLIKA.CO.ID, Bintara Jaya — Sejumlah warga Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat masih meragukan perbaikan jalan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bekasi. Jalan yang telah diperbaiki tersebut diprediksi hanya akan bertahan satu tahun.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan di ruas Jalan Bintara Jaya Raya, no 12, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, atau tepatnya disamping Terminal Sumber Artha.

Proses perbaikan jalan itu memang sudah dimulai sejak Selasa (4/12) lalu, dan kini proses perbaikan tersebut sudah hampir selesai. Jalan yang tadinya tertutup conblock dan dipenuhi lubang yang tergenang air, kini telah diganti dengan lempengan-lempengan beton.

Namun, masih ada keraguan di benak masyarakat sekitar Bintara Jaya terkait kualitas perbaikan jalan tersebut. Angga (29 tahun), warga Bintara Jaya Tiga mengungkapkan, kerap kali perbaikan jalan yang telah selesai dilakukan hanya bertahan satu tahun. 

“Palingan (jalan) yang di dekat Sumber Artha itu juga cepat rusak. Biasanya jalanannya sudah pada retak, padahal kayaknya baru kemarin diperbaiki.,” kata Angga pada Republika, Ahad (9/12).

Tidak hanya itu, Angga juga mengungkapkan kekecewaannya terkait perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan  terkadang tidak memperhatikan kondisi sistem drainase jalan, atau parit-parit yang ada di pinggir jalan. Parit-parit itu justru tersumbat setelah perbaikan jalan selesai, sehingga jalanan hasil perbaikan malah tergenang air di saat hujan.

“Selain perbaikan jalan yang berkualitas, seharusnya disini juga dilakukan pelebaran jalan. Supaya tidak macet kalau pagi dan sore. Jalan ini kan jalan akses dan jalan alternatif buat orang Jakarta Timur yang mau ke Bekasi, atau sebaliknya. Jadi cukup penting buat warga sekitar sini,” lanjut Angga.

Tidak hanya Angga, Pompi (60), warga Komplek Puri Idaman, Bintara Jaya  bersikap sinis terhadap kualitas perbaikan di jalan Bintara Jaya. Menurut pensiunan anggota BPK itu, kualitas hasil perbaikan jalan itu masih di bawah standar. Bahan-bahan material perbaikan jalan tersebut, menurut Pompi, tidak sesuai dan bahkan bukan kualitas terbaik. 

Kondisi ini terjadi lantaran anggaran yang disediakan Pemda sudah mengalami kebocoran ke berbagai pihak, termasuk pemborong. Bahkan pria yang sudah 10 tahun tinggal di Bintara Jaya itu meyakini bahwa jalan hasil perbaikan tersebut tidak akan bertahan lama, hanya hitungan bulan.

“Proyek perbaikan jalan di sini mah cuma akal-akalan dan jadi bancakan (pembagian berdasarkan jatah; bhs jawa) orang-orang di Pemda dan pihak pemborong. Lihat saja, di satu ruas jalan ini, masa’ tingginya beda-beda. Soalnya pemborongnya juga beda-beda,” kata Pompi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>