REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mulai bermunculannya kritikan terhadap Jokowi dari orang dekat mantan gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke, membuat politisi PDIP geram. Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Dwi Rio Sambodo mengingatkan agar kritikan itu didasari profesionalitas, bukan benci.

Jika hendak menyandingkan antara Jokowi dan Foke maka harus dilihat secara mendalam dan komprehensif. Menurut Dwi Rio, ada beberapa aspek mendasar perbedaan keduanya, setidaknya jika dinilai dari gaya kepemimpinan. “Jokowi melakukan optimalisasi manajemen organisasi dengan cara membagi habis tugas gubernur dengan wakil gubernur,” katanya, Ahad (30/12).

Upaya pendalaman masalah, kata dia, lebih ditekankan Jokowi dengan cara blusukan untuk memberikan efek kejut positif dan produktif terhadap kinerja jajarannya. Hasilnya dapat ditangkap publik bahwa aparat birokrasi Pemprov DKI belum tampak signifikan di era Foke.

“Artinya Jokowi berupaya memaksimalkan tiga kapasitas kepemimpinannya dalam manajemen organisasinya, yaitu conceptual, technical, dan human skill,” katanya.

Sedangkan untuk pembangunan programnya, menurut Dwi Rio, jelas yang ditawarkan Jokowi untuk pembangunan melalui APBD 2013 sangat kental bermuatan terobosan. “Ini menyadarkan kita progtam itu disandarkan pada filosofi memanusiakan manusia dengan metode super persuasif.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>