REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ratusan ribu guru terancam akan kehilangan pekerjaannya karena adanya Kurikulum 2013. Sebab, dalam kurikulum itu ada beberapa mata pelajaran yang dihapuskan.

Juru bicara Koalisi Revolusi Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Informasi (TIK) dihapus dalam kurikulum 2013.

Selain itu, mata pelajaran bahasa asing lainnya, seperti Bahasa Jerman, Perancis, Jepang, dan Mandarin juga dihapus. Mata pelajaran itu, kata dia, hanya boleh diajarkan pada sekolah yang memiliki jurusan bahasa sebagai peminatan.

Mata pelajaran tata boga dan tata busana juga dihapus dan diganti dengan pelajaran prakarya. Sementara pelajaran ekonomi diganti dengan pelajaran kewirausahaan. 

Retno juga mengatakan, pada kurikulum 2013, tidak ada lagi mata pelajaran bahasa inggris di tingkat SD. Sementara, untuk pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP dan SMA, lanjut dia, waktunya dikurangi dari yang semula 180 menit menjadi 90 menit.

“Mulanya di satu sekolah ada enam guru bahasa inggris, sekarang jadi tinggal dua guru,” ujar dia dalam konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Kamis (4/4).

Pelajaran bahasa Bali, kata dia, juga dihapuskan dalam kurikulum 2013. Hal ini, kata dia, dikhawatirkan akan mengikis budaya bahasa pada generasi muda di Bali. 

“Selama ini menteri tidak pernah mengungkap hal ini. Menteri bilang ini kurikulum yang hebat, padahal isinya tidak demikian,” ujar dia yang juga pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia.

Menurut Retno, kurikulum 2013 juga sangat tidak relevan dengan kemajuan ilmu pendidikan saat ini. Sebab, kurikulum tersebut mematikan daya kritis anak didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>