ACT Gugah Pemerintah Indonesia Ikut Bantu Korban Gempa Nepal

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai salah satu lembaga kemanusiaan berbasis kedermawanan dan kerelawanan akan mengirimkan bantuan bagi korban gempa 7,9 skala Richter di Kathmandu, Nepal.

ACT sekaligus akan melakukan kampanye untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bencana negara lain.

“Kita akan mulai kampanye mudah-mudahan bangsa ini juga mau peduli terhadap peristiwa besar yang menimpa Nepal. Apalagi bangsa kita juga sering dilanda bencana,” kata Presidium ACT Ahyudin saat dihubungi ROL, Ahad (26/4).

Ahyudin mengatakan, pemerintah harus lebih tanggap dalam mengupayakan bantuan. Bukan hanya memperhatikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana. Namun, juga bantuan yang harus diberikan ke negara di Asia Selatan tersebut.

Terlebih, ujarnya, Nepal merupakan salah satu negara Asia di mana kemarin baru saja diadakan Konferensi Asia Afrika. Maka, Indonesia harus cepat dalam menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap penderitaan masyarakat Nepal.

Kampanye yang dilakukan ACT akan disebarkan melalui media sosial. ACT juga akan membuka sumbangan dari masyarakat dan menyampaikan surat-surat ke pemerintah terkait aksi untuk memberikan bantuan sesegera mungkin ke kota tersebut.

Untuk membantu wilayah gempa yang telah menewaskan hampir dua ribu orang ini, ACT telah menyiapkan tim yang berangkat menyampaikan bantuan. Pada tahap pertama, ACT mempersiapkan bantuan berupa logistik dan bahan darurat senilai Rp 300 juta.

Mensos: Narkoba Jadi Teror di Indonesia

Sabtu, 25 April 2015, 22:41 WIB

Komentar : 0

Republika/ Tahta Aidilla

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berbicara saat memimpin rapat koodinasi Peningkatan Sinergi Dalam Mendukung Efektifitas Program Raskin dalam Kerangka Penanggulangan Kemiskinan di kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (24/3).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berbicara saat memimpin rapat koodinasi Peningkatan Sinergi Dalam Mendukung Efektifitas Program Raskin dalam Kerangka Penanggulangan Kemiskinan di kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (24/3).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan narkoba bukan hanya bencana sosial, tapi telah menjadi teror untuk Indonesia.

“Kok rasa-rasanya (narkoba) sudah jadi teror. Ada yang dicampur ke kue brownis, dodol, permen,” papar Khofifah ketika menghadiri peluncuran program sekolah antinarkoba oleh Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM), Sabtu (25/4).

Di sela-sela sambutannya, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk melawan narkoba.

“Jangan hanya karena ada oknum yang menginginkan income (pendapatan) tertentu,  lalu merusak generasi bangsa,” tambahnya.

Sebelumnya, IPM meluncurkan program sekolah antinarkoba yang akan di implementasikan di seluruh sekolah Muhamadiyah di Indonesia. IPM juga menegaskan siap menjadi mitra pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

KAA Sukses Berkat Kelegowoan Rakyat Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), Yuddy Chrisnandi, mengatakan kesuksesan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 tak lepas dari dukungan masyarakat. Yuddy mengetahui persis imbas penutupan jalan membuat banyak warga yang terpaksa berjalan untuk menuju ke kantornya.

“Ya, karena dalam pertemuan pimpinan dunia, kita perlu memberikan pengamanan kelas utama untuk menjamin mereka, kesuksesan KAA juga berkat kelegowoan warga,” ujar Yuddy saat ditemui usai mengisi diskusi publik di Universitas Nasional, Jakarta, Sabtu (25/4).

Yuddy mengklaim Indonesia harus bisa menjamin keamanan para pimpinan negara tersebut. Apalagi, selama KAA pusat perhatian dunia semua tertuju ke Indonesia. Maka, Yuddy mengatakan pengamanan tingkat tinggi dan servis terbaik harus diberikan pada perwakilan negara tersebut.

Selain itu, menurut Yuddy, persoalan jalan kaki warga bukan bermaksud untuk menyengsarakan warga. Hal tersebut, disebut Yuddy, sebagai kelegowoan masyarakat selaku warga negara yang baik agar Indonesia bisa mempunyai citra yang baik di mata dunia.

Lebih lanjut, Yuddy mengaku berterima kasih atas semua dukungan masyarakat yang berpartisipasi dalam penyambutan dan dukungan selama berlangsungnya KAA. Ia mengatakan, Indonesia harus bisa menjadi contoh baik bagi negara tetangga.

Pameran Food and Hotel Cara Indonesia Pamerkan Kekayaan Kuliner

Kamis, 16 April 2015, 03:06 WIB

Komentar : 0

Dok: Pamerindo

Pameran Food and Hotel Indonesia 2015 di JIExpo, Kemayoran

Pameran Food and Hotel Indonesia 2015 di JIExpo, Kemayoran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Food and Hotel Indonesia 2015. Pasalnya pameran ini bisa menjadi ajang promosi pariwisata yang efektif.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Esthy Reko Astuti bahwa promosi pariwisata dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya pertukaran pengetahuan kuliner.

“Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untukmemamerkan kekayaan kuliner serta kesiapan hotel kepada negara lain,” katanya usai jumpa pers pembukaan Pameran Food and Hotel Indonesia 2015 di JIExpo Kemayoran, Rabu (15/4).

Dikatakan lebih lanjut, selain itu even ini juga menjadi ajang para pekerja kuliner dan perhotelan untuk bertemu sehingga bisa saling menarik pelajaran mengenai kuliner dan perhotelan di negara masing-masing.

“Pameran ini menjadi platform menampilkan produk dan pelayanan pelaku industri kuliner dan perhotelan kepada pasar Indonesia.

Pameran Food and Hotel Indonesia 2015 yang berlangsung 15 hingga 18 April 2015 ini juga menampilkan sejumlah kegiatan yang berkaitan serta mendukung pengembangan industri kuliner dan hotel di Indonesia.

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Media Sosial Australia Ramai Tanggapi RUU Penjualan Alkohol di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE — Rencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia untuk membahas usulan rancangan undang-undang (RUU) soal minuman alkohol, mendapat tanggapan luas di Australia seperti terlihat di halaman Facebook ABC.

RUU soal konsumsi alkohol kabarnya sudah diajukan dan telah menjadi agenda yang akan dibahas di DPR RI.

Seperti yang dikutip Jakarta Post, Muhammad Arwani Thomafi dari Partai Persatuan Pembangunan mengatakan, dalam RUU tersebut nantinya mereka yang mengkonsumsi alkohol bisa diancam penjara.

Tak hanya itu, mereka pun akan mendapat perlakuan yang sama secara hukum seperti para pengguna narkoba. RUU ini diumumkan setelah larangan penjualan alkohol di mini market mulai berlaku.

Tetapi, situs Wall Street Journal Indonesia melaporkan bahwa Thomafi mengatakan, RUU ini tidak bermaksud untuk merugikan sektor pariwisata. Menurutnya ada beberapa kondisi pengecualian, seperti di kawasan pariwisata dan upacara tradisional.

Laporan tersebut juga mengutip pernyataan anggota DPR dari Partai Demokrat, Saan Mustopa yang mengatakan RUU ini lebih mengatur penjualan dan distribusi minuman berakohol, bukan hanya sebagai larangan mengkonsumsinya.

ABC memuat laporan soal rencana RUU ini Selasa (13/04) termasuk di halaman Facebook-nya.

Para pengguna Facebook memberikan tanggapan dan komentar yang berbeda. Perdebatan pro dan kontra pun terlibat menanggapi laporan ini. Kebanyakan komentar memberikan perhatian pada masa depan sektor pariwisata di Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh Sarah Finney, “Ini akan mengubah industri pariwisata [di Indonesia].

“Ini tidak akan terjadi… karena bisa menghancurkan perekonomian mereka,” tulis Sarah Manoni.

Ada pula yang menyatakan kekecewaannya. “Bagaimana dengan rokok? Oh ya, mereka mendapatkan uang yang banyak dari perokok berusia 10 tahun,” tulis Jack Shamoon.

“Saya senang bagaimana mereka lebih peduli soal konsumsi alkohol dibandingkan dengan bagaimana perlakuan terhadap wanita dan anak-anak, sangat memalukan,” ujar pengguna bernama Sarah Finney.

Komentar ini pun dibalas oleh Aryati Sunarno, “Perlakuan bagaimana maksudnya? Saya adalah warga Indonesia dan tidak ada ‘perlakuan’ seperti bagaimana media barat memberitakan kita. Kita gembira dan bebas … kita memperlakukan anak-anak lebih baik dari Anda. Anda kurang berpengetahuan dan otaknya sudah dicuci dengan media online.”

Sementara sejumlah pengguna lainnya berusaha memahami Indonesia, seperti yang diungkapkan dalam komentar yang ditulis Shaun Harris.

“Setidaknya mereka konsisten dengan undang-undang mereka. Kita juga sebaiknya melakukan hal yang sama atau melegalkan obat-obatan dengan pengawasan yang lebih bertanggung jawab seperti halnya soal alkohol,” tulisnya.

“Mungkin juga mereka tidak ingin warga Australia terlihat mabuk-mabukan (di Indonesia), saya salahkan mereka (yang mabuk-mabukan),” tulis Sally-Jane Hunter, pengguna Facebook yang lain. 

Dua Ganda Andalan Indonesia Gagal ke Final Singapura Terbuka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua pasangan ganda andalan utama Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, pada nomor ganda putra dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada nomor ganda campuran tumbang dalam putaran semifinal Turnamen Singapura Terbuka 2015 di Singapore Indoor Stadium, Sabtu.

“Hari ini (Sabtu) saya banyak melakukan kesalahan sendiri pada saat kami unggul poin. Kalau permainan sebenarnya kami sudah enak bertanding tadi,” kata Tontowi seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Owi, sapaan untuk Tontowi, mengaku kecewa dengan kekalahan dari pasangan Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan skor 16-21 dan 22-24. “Tapi, kami banyak mengambil pelajaran dari pertandingan hari ini. Semoga pertandingan berikutnya kami dapat tampil lebih baik,” kata Owi.

Pertandingan itu tercatat sebagai pertandingan ke-empat belas antara kedua ganda campuran itu dengan dominasi kemenangan dipegang Zhang/Zhao 9-5.

Selain Tontowi/Liliyana, ganda putra Hendra/Ahsan juga gugur pada putaran semifinal setelah ditaklukkan ganda putra Tiongkok Fu Haifeng/Zhang Nan. Ganda putra Indonesia yang menempati peringkat tiga dunia kalah dengan skor 21-18, 8-21, dan 17-21.

Pada game pertama, Fu/Zhang sempat meninggalkan Hendra/Ahsan dengan skor 14-8. Tapi, pasangan pelatnas PBSI itu mampu mengakhiri game dengan kemenangan 21-18.

Hendra/Ahsan mulai kewalahan dengan bola-bola pasangan Tiongkok itu pada game kedua hingga tertinggal 4-9 dan skor akhir 8-21. Pasangan putra Indonesia itu pun tidak mampu membendung kekuatan Tiongkok pada game ketiga setelah meraih skor 14-16.

“Kami lebih banyak melakukan kesalahan sendiri dan mematikan bola sendiri,” kata Hendra.

Ahsan berjanji akan lebih mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya selain mengevaluasi pertandingan pada Singapura Terbuka itu. “Kami kalah, tapi kami sudah berusaha maksimal. Kami harus latihan untuk pertandingan berikutnya,” kata Ahsan.

Zein Al Hadad: Korsel Juga Takut Kepada Indonesia

Zein Al Hadad: Korsel Juga Takut Kepada Indonesia

Timnas Indonesia U-23 © Eggi Paksha

Bola.net – Timnas Indonesia U-23 akan bertemu Korea Selatan U-23 pada laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 Grup H di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (31/3) besok.

Asisten pelatih Timnas U-23, M Zein Al Hadad ingin agar anak asuhnya tidak perlu memiliki rasa takut kepada Korsel. Menurutnya, Korsel juga memiliki perasaan serupa.

Terbukti, Korsel melakukan rotasi besar-besar di laga kedua kontra Timor Leste. Dalam kesempatan tersebut, Korsel hanya mempertahankan satu nama dari laga sebelumnya kontra Brunei Darussalam di starting eleven.

“Hal tersebut mencerminkan jika mereka menghitung laga melawan Indonesia dan butuh tim terbaik untuk laga terakhir. Tentu saja, bisa dikatakan mereka takut dengan kami,” ujar M Zein Al Hadad.

Kini, Korea Selatan mengantongi enam poin dan menempati posisi puncak di klasemen Grup H karena unggul produktivitas gol dari Indonesia. (esa/pra)

 

Timnas Indonesia U-23 Sudah Siap 100 Persen

Bola.net – Tim nasional Indonesia U-23 sudah memiliki formasi yang bakal digunakan untuk tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 Grup H, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 27-31 Maret.

Aji Santoso, selaku Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-23, menerangkan bahwa beberapa formasi sudah dimatangkan dalam sejumlah laga uji coba.

Bahkan, pihaknya juga telah melakukan evaluasi. Sehingga, sudah mendapatkan kekurangan dan kelebihan dari formasi yang akan dimainkan.

“Para pemain sudah diajarkan dengan pola 4-2-3-1, 4-1-4-1, dan 4-3-3. Sehingga, tinggal nanti di lapangan menerapkan formasi apa yang akan dipakai,” katanya.

“Pastinya, kami sudah melakukan persiapan yang cukup matang dan sudah 100 persen. Saya sendiri sudah memiliki gambaran siapa saja yang akan diturunkan. Tapi, kami harus melihat kondisi terakhir pemain karena bisa saja ada yang tidak fit,” tuturnya.

Pada laga pertama, Garuda Muda- julukan Timnas Indonesia U-23- akan bertemu Timor Leste di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3).
Setelah itu, menghadapi Brunei Darussalam, Minggu (29/3) dan Korea Selatan, Selasa (31/3).

Sementara itu, Pelatih Timnas Timor Leste, Fabio Joaquim Marciel da Silva, menegaskan jika tidak memiliki persiapan khusus jelang laga perdana menghadapi Indonesia. Fabio Joaquim, tetap berharap para pemainnya mampu memberikan permainan terbaik.

Terakhir, Timor Leste takluk dari Indonesia dengan skor 0-7, saat Asian Games di Incheon Korea Selatan, pada 2014.

“Kami juga sudah tidak memikirkan laga-laga kami sebelumnya menghadapi Indonesia. Sekarang kami siap hanya untuk menatap laga ke depan dan tidak melihat ke belakang,” tutupnya. (esa/dzi)

Tantang Indonesia, Timor Leste Janji Berikan Penampilan Terbaik

Tantang Indonesia, Timor Leste Janji Berikan Penampilan Terbaik

Kualifikasi Piala Asia u-23 © AFC

Bola.netTimor Leste U-23 bakal dijamu Timnas Indonesia U-23 pada laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 Grup H di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3) besok.

Pelatih Timor Leste U-23, Fabio Joaquim Maciel da Silva menegaskan jika timnya tidak ragu lagi untuk tuurn lapangan. Bahkan bakal tampil dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Hanya saja, Timor Leste masih belum menggelar latihan, lantaran membatalkan jadwal pada Rabu (25/3).

“Ini disebabkan karena banyak pemain kami yang sebelumnya membela timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2018 putaran kedua melawan Mongolia, di mana kami menang dua kali di Dili dan di sana. Pemain butuh istirahat, apalagi ada dua pemain yang kurang fit. Kami hanya melakukan persiapan di hotel dan akan berlatih di lapangan, Kamis (26/3) untuk kemudian bermain,” ujar Fabio.

“Kami sudah siap bermain dan pemain akan memberikan penampilan terbaik. Saya tidak bisa mengatakan apakah nanti menang, seri, atau kalah karena setiap pertandingan akan berlangsung sulit. Tapi, kami sudah siap,” sambung pelatih asal Brasil yang sebelumnya menangani klub Thailand Bangkok Glass tersebut.

Lebih lanjut, Fabio menegaskan akan menurunkan para pemain yang mayoritas berlaga di liga domestik. Dalam skuat yang dimiliki, hanya dua pemain yang berkiprah di luar negeri.

“Selain itu, tidak ada pemain naturalisasi di skuat kami. Kami sudah melakukan pekerjaan yang baik. Di Dili, kami juga sudah melakukan persiapan,” ” imbuhnya.

Usai menghadapi Indonesia, Timor Leste bakal menantang raksasa Asia, Korea Selatan pada Minggu (29/3) sebelum menjalani partai terakhir dengan melawan Brunei Darussalam, Selasa (31/3). (esa/pra)

 

Finalis Miss Indonesia Tulis Lagu Sejak Usia 6 Tahun

Thursday, 26 March 2015, 03:00 WIB

Komentar : 0

Republika/c66

Penyanyi Yemima Hutapea saat meluncurkan album perdananya bertajuk

Penyanyi Yemima Hutapea saat meluncurkan album perdananya bertajuk “Tell Me When”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Finalis Miss Indonesia 2013 Yemima Hutapea merilis album perdana berjudul Tell Me When. Ia mengaku, musik sudah menjadi passion dalam dirinya sejak kecil.

Tak hanya bernyanyi, wanita kelahiran Jakarta 2 September 1974 ini juga memiliki beberapa kemampuan lain di bidang musik. Diantaranya adalah bermain alat musik seperti piano dan gitar, serta menulis lagu.

“Aku dari umur 6 tahun sudah mulai bikin lagu terus sambil bermain gitar aku nyanyiin sendiri lagu-lagu yang udah aku buat,” ujar Yemima dalam konferensi pers peluncuran album Tell Me When, Rabu (25/3) di Jakarta.

Hingga saat ini, perempuan yang berkuliah di Universitas Pelita Harapan ini menuturkan setidaknya sudah 50 lagu yang ia ciptakan. Yemima juga mengakui sering membawakan beberapa lagu yang ia ciptakan saat tampil dalam acara-acara musik.

Beberapa acara musik besar yang sudah diisi oleh Yemima diantaranya adalah Jazz Goes To Campus (JGTC) dan Java Jazz Festival 2015. Sebelumnya ia juga tampil dalam ajang World Economic Forum 2014 di Davos, Swiss.

Reporter : Puti Almas
Redaktur : Yudha Manggala P Putra

Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.