‘Setelah Dapat Ballon d’Or, Ronaldo Hanya Bisa Mengeluh’

'Setelah Dapat Ballon d'Or, Ronaldo Hanya Bisa Mengeluh'

Cristiano Ronaldo © AFP

Bola.net – Salah satu selebriti yang juga fans berat Real Madrid, Viggo Mortensen, dikenal sangat kritis kepada tim pujaannya itu. Sudah beberapa kali Mortensen mengkritik sosok dari Real Madrid yang dianggapnya sudah salah langkah.

Mortensen pernah melayangkan kritik keras kepada Jose Mourinho lantaran dianggap memecah belah Madrid. Kali ini, aktor pemeran Aragorn dalam film Lord of the Rings itu mengkritik Cristiano Ronaldo.

“Ulah Cristiano semakin sulit diterima. Dia sudah menjadi sangat egois. Dia tidak mau merayakan gol yang dicetak rekannya. Dia hanya berpikir soal dirinya sendiri, jarang mau ikut bertahan. Mungkin dia terlalu memikirkan persaingan dengan Lionel Messi,” cetus Mortensen seperti dilansir Mundo Deportivo.

Mortensen melanjutkan bahwa sikap Ronaldo mengalami perubahan besar setelah mendapatkan Ballon d’Or pada Januari silam. Kini Ronaldo seperti hanya memikirkan dirinya sendiri saja, bukan klubnya.

“Jika melihat dari roman mukanya, Ronaldo terlihat seperti kecewa. Timnya menang 2-0 (melawan Levante) tetapi Ronaldo seperti orang yang kalah. Sejak mendapat Ballon d’Or, Ronaldo hanya mengeluh dan sekadar menendang saja.” (mun/hsw)

 

Ronaldo Menang Ballon d’Or, Neuer Mengeluh

Ronaldo Menang Ballon d'Or, Neuer Mengeluh

Manuel Neuer. © AFP

Bola.netManuel Neuer mengungkapkan rasa kecewa usai ia gagal memenangkan Ballon d’Or 2014. Sang kiper menyebut bahwa sulit bagi pemain dengan posisi sepertinya untuk menjadi yang terbaik.

Pemain Bayern Munich dan Timnas Jerman itu hanya finish di urutan tiga, di belakang sang pemenang Cristiano Ronaldo dan runner-up Lionel Messi.

“Saya selalu sadar bahwa akan sulit untuk mengalahkan para striker. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sudah membuat pernyataan yang tegas di dunia sepakbola tahun lalu. Sebagai kiper, lebih sulit bagi saya untuk melakukan itu,” tutur Neuer pada DFB.

“Ketika pertandingan dimulai, hal pertama yang ditanyakan oleh orang-orang adalah siapa yang mencetak gol dan bukan bagaimana kiper tampil. Saya pikir hal tersebut takkan pernah berubah,” pungkasnya. (dfb/rer)

 

Calhaj Malut Mengeluh tak Bisa Nyirih

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE — Seorang Calon Jemaah Haji (CJH) asal Maluku Utara, Nafisah (71 tahun), mengeluh lantaran seharian tidak dapat menyirih ketika tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Nafisah juga mengeluhkan fisiknya yang kembali sakit encoknya kambuh, kata Penanggung Jawab Akomodasi PPIHD Maluku Utara, Tamhid Abubakar di Makassar, Senin Malam.

Tahmid mengatakan, sebanyak enam orang Calon Haji (JCH) Kloter 7 asal Maluku Utara dirawat di Poliklinik Asrama Haji Sudiang, Makassar. “Mereka itu karena kecapaian dari perjalanan jauh dan rata-rata berusia lanjut,” kata Penanggung Jawab Akomodasi PPIHD Maluku Utara Tamhid Abubakar di Makassar.

Dari enam orang tersebut, Etti Suprianti satu diantaranya terpaksa menggunakan kursi roda karena tidak kuat berjalan. Sedang JCH lainnya adalah Nafisah (71) yang encoknya kambuh. Hal lain yang juga dikeluhkan Nafisah, karena sudah seharian tidak mengunyah sirih dan tidak ada penjual sirih di sekitar asrama. Sementara dia juga mengaku tidak membawa persediaan.

Mengenai jumlah JCH kloter 7 asal Maluku, Tamhid mengatakan, komplit 455 orang yang terdiri dari 450 orang JCH dan lima orang petugas haji dan kesehatan. “Hanya untuk kloter 8 yang tiba Selasa (8/9) pagi, hanya berjumlah berkurang dua orang JCH karena satu orang sakit dan yang satunya belum melunasi administrasi ONH,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, kuota untuk JCH Maluku Utara tahun ini sebanyak 853 orang, hanya terpenuhi sebanyak 851 orang untuk dua kloter. Sementara daftar tunggu di wilayah Provinsi Maluku Utara diakui antara delapan hingga 10 tahun. Sedang khusus biaya perjalanan dan akomodasi dari daerah ke embarkasi/debarkasi Sultan Hasanuddin sepenuhnya ditanggung Pemkab dan Pemprov Maluku Utara.

De Rossi: Roma Tak Boleh Mengeluh

Selasa, 26 November 2013, 06:52 WIB

Komentar : 0

AP Photo/Andrew Medichini

Gelandang AS Roma, Daniele De Rossi, tampak kecewa usai timnya gagal menang.

Gelandang AS Roma, Daniele De Rossi, tampak kecewa usai timnya gagal menang.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA — Gelandang AS Roma, Daniele De Rossi, mengungkapkan timnya tak boleh mengeluh usai ditahan imbang 0-0 oleh Cagliari pada Selasa (26/11) dini hari WIB.

“Kami memiliki banyak peluang. Jadi kami tak boleh mengeluh,” kata De Rossi kepada Sky Sport Italia usai laga yang berlangsung di Stadio Olimpico tersebut.

“Kami menciptakan sangat banyak peluang, namun anda bisa lihat bahwa tidak ada masalah dari sudut pandang penyerangan,” tuturnya.

“Kami mencoba sampai peluit akhir. Kami tidak boleh mengeluh. Kini kami berada enam poin di atas peringkat keempat, dan tujuan akhirnya selalu adalah Liga Champions,” ujarnya.

Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

‘Pemimpin Jangan Hanya Bisa Memerintah dan Mengeluh’

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Kepala Bidang Diklat Fungsional Provinsi Jawa Barat, Muchtar Ismail, mengemukakan, seorang pemimpin hendaknya tidak hanya bisa memerintah dan mengeluh, namun mampu menciptakan terobosan kebijakan.

“Yakni, membuat terobosan-terobosan kebijakan yang kharismatik dan pragmatik,” katanya saat membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Cipayung Sirnagalih, Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (24/4).

Ia menegaskan, seorang pemimpin sejati, dalam kondisi serumit apapun, tidak akan mengeluh atau mengklarifikasi masalah-masalah parsial di hadapan publik. Sebab, menurutnya, hal itu kurang mendidik, baik bagi masyarakat maupun dirinya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Muchtar Ismail mengapresiasi para peserta diklat yang telah terpilih sebagai peserta Diklatpim Tingkat IV. “Ini patut saya sampaikan, karena kesempatan yang saudara miliki untuk bisa mengikuti Diklat ini merupakan kesempatan yang sangat berharga,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan dari institusi melalui pimpinannya masing-masing, lanjutnya, kesempatan itu harus disertai tanggung jawab, dan harus ada perubahan sikap maupun perilaku serta peningkatan kompetensi sesudah proses ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelaksanaan Diklat ini memiliki peran dan posisi penting dalam pengembangan institusi maupun setiap individu ke depan.

Sehingga, menurutnya, harus dijadikan kesempatan yang baik bagi seluruh peserta demi perbaikan kapasitas dan kemampuan diri dalam rangka meningkatkan kinerja masing-masing.

Dikatakannya, tuntutan terkait perbaikan kinerja pegawai negeri sipil (PNS) terus menguat di tengah masyarakat.

“Sebagai aparat yang kelak akan mendapat amanah di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, diharapkan kepada para peserta Diklat untuk bersama-sama mengubah persepsi masyarakat dengan menunjukkan kinerja terbaik selama menjadi PNS,” harapnya.

Sedangkan Kabid Diklat BKKP Kota Bogor, Tri Lestari Soniaty, selaku penyelenggara menjelaskan, Diklat Pimpinan Tingkat IV di lingkungan Pemkot Bogor tersebut diikuti 40 orang peserta. Ia menambahkan, kegiatan itu akan berlangsung selama 40 hari mulai tanggal 23 April hingga 1 Juni 2012.

“Diklat bertujuan meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan sebagai bekal melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara profesional yang dilandasi kepribadian maupun etika PNS,” kata Tri Lestari Soniaty.

‘Pemimpin Jangan Hanya Bisa Memerintah dan Mengeluh’

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Kepala Bidang Diklat Fungsional Provinsi Jawa Barat, Muchtar Ismail, mengemukakan, seorang pemimpin hendaknya tidak hanya bisa memerintah dan mengeluh, namun mampu menciptakan terobosan kebijakan.

“Yakni, membuat terobosan-terobosan kebijakan yang kharismatik dan pragmatik,” katanya saat membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Cipayung Sirnagalih, Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (24/4).

Ia menegaskan, seorang pemimpin sejati, dalam kondisi serumit apapun, tidak akan mengeluh atau mengklarifikasi masalah-masalah parsial di hadapan publik. Sebab, menurutnya, hal itu kurang mendidik, baik bagi masyarakat maupun dirinya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Muchtar Ismail mengapresiasi para peserta diklat yang telah terpilih sebagai peserta Diklatpim Tingkat IV. “Ini patut saya sampaikan, karena kesempatan yang saudara miliki untuk bisa mengikuti Diklat ini merupakan kesempatan yang sangat berharga,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan dari institusi melalui pimpinannya masing-masing, lanjutnya, kesempatan itu harus disertai tanggung jawab, dan harus ada perubahan sikap maupun perilaku serta peningkatan kompetensi sesudah proses ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelaksanaan Diklat ini memiliki peran dan posisi penting dalam pengembangan institusi maupun setiap individu ke depan.

Sehingga, menurutnya, harus dijadikan kesempatan yang baik bagi seluruh peserta demi perbaikan kapasitas dan kemampuan diri dalam rangka meningkatkan kinerja masing-masing.

Dikatakannya, tuntutan terkait perbaikan kinerja pegawai negeri sipil (PNS) terus menguat di tengah masyarakat.

“Sebagai aparat yang kelak akan mendapat amanah di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, diharapkan kepada para peserta Diklat untuk bersama-sama mengubah persepsi masyarakat dengan menunjukkan kinerja terbaik selama menjadi PNS,” harapnya.

Sedangkan Kabid Diklat BKKP Kota Bogor, Tri Lestari Soniaty, selaku penyelenggara menjelaskan, Diklat Pimpinan Tingkat IV di lingkungan Pemkot Bogor tersebut diikuti 40 orang peserta. Ia menambahkan, kegiatan itu akan berlangsung selama 40 hari mulai tanggal 23 April hingga 1 Juni 2012.

“Diklat bertujuan meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan sebagai bekal melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara profesional yang dilandasi kepribadian maupun etika PNS,” kata Tri Lestari Soniaty.

Berhentilah Mengeluh

Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.

Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.

Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.

Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkah anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?

sumber: http://iphincow.wordpress.com/2011/02/23/berhentilah-mengeluh/