Inilah Pernyataan Sikap Pecinta Persebaya

Bola.net – Selain melakukan aksi turun ke jalan di depan Taman Bungkul, 1000 massa yang menamakan diri Arek Suroboyo Pecinta Persebaya juga mengeluarkan lima butir pernyataan sikap. Intinya, mereka melawan keputusan Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan mendukung PSSI.

Dalam edaran yang diberikan ke awak media, massa menyampaikan lima sikap. Pertama, Menolak permintaan BOPI yang melarang tim Persebaya Surabaya untuk berkompetisi di ISL/QNB League 2015. Kedua, Mendukung Persebaya yang tidak pernah keluar dari keanggotaan PSSI untuk terus berkompetisi di ISL/QNB League 2015 sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Ketiga, Bersama kepolisian dan pihak keamanan setempat, bekerjasama untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif dalam pertandingan sepakbola di ISL/QNB League 2015 di Surabaya. Keempat, Mengajak semua warga Surabaya untuk mendukung Persebaya agar berprestasi dalam kompetisi ISL/QNB League dan kompetisi sepakbola lainnya.

“Sebab Persebaya ini adalah wakil dan kebanggaan Surabaya,” sebut Devara Noumanto, salah satu koordinator aksi. Kelima, Mengawal program sepakbola yang dirancang PSSI agar bergulir dan membuahkan prestasi sepakbola kebanggaan Indonesia. (faw/dct)

 

Suporter Madura Pertanyakan Sikap PSSI

Suporter Madura Pertanyakan Sikap PSSI

Bola.netTirmidzi mengaku heran dengan sikap yang ditunjukkan PSSI terkait pembentukan Tim Sembilan. Menurut tokoh suporter Madura ini, federasi sepakbola Indonesia tersebut seharusnya tak perlu takut dengan tim bentukan Menpora ini.

“Kalau mereka merasa benar dan baik-baik selama ini, mengapa harus takut pada Tim Sembilan,” ujar Dirijen K-Conk Mania ini, pada Bola.net.

“Seharusnya, mereka justru buka ruang selebar mungkin pada Tim Sembilan agar bisa bekerja dengan baik,” sambungnya.

Sebelumnya, Jumat (02/01) lalu, Menpora Imam Nahrawi mengumumkan tentang pembentukan Tim Sembilan. Tim yang terdiri dari orang-orang dengan beragam latar belakang, mulai eks Deputi Komisi Pemberantasan Korupsi sampai eks Duta Besar RI di Swiss ini ditugasi untuk membenahi karut-marut sepakbola Indonesia.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Mimit ini menilai bahwa Tim Sembilan tak akan mudah dalam melaksanakan tugasnya. Pasalnya, PSSI cenderung sewot sejak awal pembentukan tim ini.

“Namun, kami berharap dan yakin Tim Sembilan bisa bekerja dengan baik dan tegas,” tandasnya. (den/pra)

 

Souness: City Tak Tunjukkan Sikap Kelas Dunia

Bola.net – Graeme Souness mengecam sikap skuat Manchester City, usai mereka kalah 1-2 dari CSKA Moscow di Liga Champions (06/11).

City sempat tertinggal lebih dulu, dan meski Yaya Toure mencetak gol tendangan bebas indah untuk menyamakan kedudukan, tim tuan rumah akhirnya tetap kalah dan kini ada di ambang eliminasi Liga Champions.

“Beberapa bulan silam, kita bicara tentang para pemain ini berubah menjadi sosok kelas dunia. Namun kita bisa bilang sekarang mereka bukan pemain kelas dunia. Karena pemain kelas dunia akan memberikan respon,” tutur Souness pada Sky Sports.

“Anda mendapat peringatan awal dan setelah itu anda bangkit, anda pikir itu akan hanya berjalan satu arah. Namun mereka tampil lebih buruk. Tidak ada argumen – tim terbaik menang malam ini, terlepas dari kartu merah tersebut,” pungkasnya.

City akan menghadapi Bayern Munich dan AS Roma di dua laga terakhir mereka di Liga Champions. (tdm/rer)

 

Barcelona Tanggapi Positif Sikap FIFA

Barcelona Tanggapi Positif Sikap FIFA

Barca sikapi positif keputusan Komding FIFA. © Bola.net

Bola.netBarcelona FC telah merilis pernyataan resmi untuk merespon keputusan Komite Banding FIFA. Seperti diketahui, Barca bisa bernafas lega karena embargo transfer yang dijatuhkan FIFA telah ditangguhkan hingga persidangan selesai.

Dengan keputusan tersebut, Barca untuk sementara bisa melakukan beberapa pembelian penting, terutama di sektor belakang. Berikut adalah pernyataan resmi Barca yang dimuat dalam situs mereka.

Barcelona merespon positif keputusan Komite Banding FIFA untuk menangguhkan sanksi larangan transfer yang dijatuhkan Komite Disiplin FIFA. Hukuman itu diumumkan Komdis FIFA pada 2 April lalu; klub tidak bisa melakukan transfer dalam dua bursa transfer karena hukuman itu. Barcelona kemudian mengajukan banding dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Barcelona menyatakan respek kepada semua organisasi yang bertanggung jawab atas keadilan dalam olahraga.”

Barca kabarnya sudah bergerak cepat untuk mendatangkan beberapa target transfer mereka. Menurut berbagai laporan di Spanyol, transfer yang paling ingin segera diwujudkan adalah pembelian Marc-Andre Ter Stegen. (fcb/hsw)

 

Hikmah Ade Sarah, Mari Bangun Sikap Saling Memaafkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus pembunuhan terhadap korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (19 tahun) terjadi pada 5 Maret lalu. Korban dibunuh oleh dua pasangan kekasih Hafitd (19) dan Assyifa (19) dengan cara keji, yakni dipukul dan disetrum.

Sara adalah anak tunggal pasangan Suroto (43) dan Elisabeth Diana (40). Sebagai orang tua yang hanya memiliki satu anak tentunya keduanya sangat terpukul dan hancur perasaannya. Namun, ternyata pasangan orang tua ini sangat berjiwa besar.

Melihat kasus itu, PT Sido muncul meluncurkan iklan layanan dengan tema ‘Memaafkan’ di Jakarta, Rabu (19/3) malam. Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengaku kagum dengan pilihan sikap yang diambil pasangan Suroto dan Elisabeth yang tidak merasa dendam.

“Saat ini, orang dengan pribadi seperti itu sangatlah langkah. Kita dapat mengambil teladan dari kasus ini,” ujar Irwan.

Menurut dia, tayangan iklan masyarakat seperti ini diharapkan dapat membangun sikap saling memaafkan antarsesama. Dia menyatakan, iklan ini akan ditayangkan di seluruh media untuk dijadikan pelajaran bersama.

“Semoga pesan iklan ini bisa menjadi pembelajaran yang baik, akan sikap teladan memaafkan dari kedua orang tua kepada orang yang telah berbuat keji,” ujar Irwan.

Budayawan Arswendo mengatakan, realitas yang ditunjukkan pasangan Suroto dan Elisabeth menunjukkan sebuah nilai tertinggi bagi moralitas bangsa ini. Dia mengibaratkan sikap kedua orang itu mirip dengan Nelson Mandela ketika memaafkan lawan politiknya, saat memiliki kesempatan untuk membalas dendam.

“Makna peristiwa paling tragis ini bisa kita tangkap dalam iklan layanan Sido Muncul ini.”

Elisabet mengaku tidak kuat menyaksikan video yang diputar. Bukan lantaran belum rela kehilangan buah hatinya, melainkan ia takut akan terbawa kenangan dengan Ade Sara. “Saya takut mbrebes mili,” aku Elisabeth.

PSSI Sesalkan Sikap Penonton Bawa Kembang Api

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyesalkan sikap penonton yang masih membawa dan menyalakan kembang api terutama saat pertandingan antara Timnas U-19 dengan PSIS di Stadion Jatidir Semarang, Jumat (14/2) malam.

“PSSI menyesalkan sikap penonton yang masih membawa dan menyalakan kembang api saat pertandingan sepakbola,” katanya di Banda Aceh, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan seusai mengukuhkan dan melantik pengurus Asosiasi PSSI Aceh. PSSI Aceh dipimpin Adly Tjalok dan Sekjen Khaidir TM.

Ia menjelaskan, PSSI punya “catatan buruk” terhadap peristiwa yang menyebabkan jalannya pertandingan antara Timnas dan PSIS sempat dihentikan sementara akibat asap dari pembakaran kembang api di Stadion Jatidiri itu.

Djohar mengatakan perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia bahwa setiap pertandingan yang digelar di Tanah Air itu dipastikan juga dimonitor penduduk internasional. Peristiwa itu tentunya menjadi penilaian buruk terhadap persepakbolaan di Indonesia oleh masyarakat internasional.

“Kalau mau main kembang api atau main lempar botol, pergilah ke tempat lain. Jangan dilapangan sepakbola, apalagi saat berlangsungnya pertandingan,” katanya menambahkan.

Ketua Umum PSSI menjelaskan, sepakbola Indonesia saat ini sudah “go internasional” yang ditandai dengan banyaknya tim dari berbagai negara, terutama Eropa yang melakukan pertandingan ujicoba dan lawatannya di Indonesia.

“Jadi, saya mengimbau masyarakat terutama pencandu sepakbola jangan lagi melakukan hal-hal yang justru dapat merusak citra Indonesia dimata internasional,” katanya menambahkan.

Dipihak lain, Djohar juga menyatakan pihaknya memuji para penonton di Papua yang sportif dengan tidak membawa kembang api saat pertandingan digelar.

“Kita harus malu dengan Papua. Disana tidak ada penonton yang membakar kembang api, apalagi melempar botol minuman saat pertandingan berlangsung,” kata dia menjelaskan.

Dana Saksi Parpol, Pemerintah tak perlu Tunggu Sikap Bawaslu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menyerahkan seutuhnya masalah peraturan presiden (perpres) tentang dana saksi partai politik (parpol) ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wakil Ketua Komisi II Abdul Hakam Naja mengatakan, Kemendagri harus ambil sikap terkait rencana keluarnya perpres itu.”Kami (Komisi II) pikir, Kemendagri tidak perlu menunggu-nunggu keputusan atau sikap dari Bawaslu (Badan pengawas pemilu) juga partai-partai,” kata dia, saat di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (11/2).

Menurut dia, hal tersebut, mutlak ada di tangan pemerintah. Selama ini, Naja menilai, polemik dana saksi parpol sengaja lempar sana-lempar sini.

Kemendagri menunggu keputusan bulat mediasi antara Bawaslu dan parpol sebagai peserta pemilu. Di sisi lain, terang dia, Bawaslu memberi sinyal penolakan. Tapi juga, Bawaslu meminta agar parpol, punya sikap seragam agar rencana penggelontoran dana Rp 700 miliar itu diputuskan.

Peta politik seperti itu, dikatakan Naja, tidak akan pernah tuntas. Keputusan Kemendagri untuk menunda pembahasan draft perpres dana saksi parpol, dikatakan dia juga tidak mengakhiri polemik.

Menurut dia, Kemendagri harus bersikap. ”Jadi tidak perlu menunggu. Bolanya ada di Kemendagri. Putuskan saja. Jadi atau tidak,” ujar dia.

Ditanya soal penolakan Bawaslu untuk dititipkan dana saksi tersebut, Naja menilai, hal tersebut baru terjadi belakangan. Kata dia, saat pembahasan, Bawaslu sudah menyanggupi mengelola dana tersebut.

Menurut Naja, hanya Bawaslu yang secara fungsional tepat dititipkan dana tersebut. ”Tapi, nanti tunggu saja perpresnya. Di Bawaslu atau dimana. Atau di KPU,” kata dia.

Menahan Marah atas Sikap Suami

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Nashih Nashrullah

Sikap arif menahan amarah dan tidak mengumpat adalah bentuk kedewasaan diri yang paripurna.

Prinsip mendasar dalam hidup berumah tangga adalah saling berinteraksi secara baik serta saling menghormati dan menghargai. Setiap permasalahan yang mengemuka, diatasi dengan cara yang santun dan kepala dingin.

Ini sesuai dengan tuntunan yang terdapat dalam surah an-Nisaa ayat 19: “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Akan tetapi, hidup berumah tangga tak selalu mulus. Ada kalanya senang, terkadang pula suram akibat perselisihan pandangan tentang satu dan lain hal. Itulah seni berkeluarga.

Ketika perbedaan dan masalah timbul, di saat emosi kedua belah pihak memuncak, sering kali rasa marah mengalahkan logika dan nurani. Kata-kata kasar pun mudah terucapkan.

Lembaga Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab pun berbagi nasihat agar kedua pasangan dalam kondisi emosi memuncak tetap bisa menjaga diri, minimal tidak mengeluarkan kata-kata kotor.

Bukan hanya di pihak lelaki, melainkan juga perempuan. Dalam suasana apa pun, baik muncul masalah maupun tidak, seyogyanya kata-kata kasar itu tidak terucap.

Mengumpat suami atau sebaliknya merupakan perbuatan yang tercela. Menurut hadis riwayat Abdullah bin Masud, berkata kasar dan jelek kepada suami adalah bentuk kefasikan.

Tindakan itu semestinya dihindari oleh siapa pun, tak terkecuali istri kepada suami. Mencela atau memaki, sebagaimana ditegaskan hadis dari Abdullah bin Masud dalam riwayat yang lain, tidak termasuk karakter seorang mukmin.

Setiap masalah yang terjadi dan berdampak pada gesekan antarkeduanya, harus dilesaikan dengan bijak, bukan dengan umpatan dan kata kasar.

Namun, menurut Syekh Shalih Ibn al-Utsaimin, jika suami berlaku kasar dan cenderung jauh dari ketakwaan, istri berhak untuk tidak memenuhi sejumlah kewajibannya sebagai pendamping.

Misal, bila suami suka bermaksiat. “Barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu.” (QS al-Baqarah [2]: 194). Namun, tetap dalam koridor yang diperbolehkan.

Dan, terakhir kali kekerasan fisik ataupun nonfisik berupa ucapan-ucapan tak sedap di telinga atau perasaan, bukan cara yang tepat dalam mengurai masalah rumah tangga.

Saling terbuka, hormat-menghormati, dan tetap menjaga etika kala menghadap persoalan. Membalas keburukan dengan kebaikan adalah keutamaan yang tak ternilai harganya, sekalipun memang sulit dilakukan.

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fusshilat [41]: 34).

Ketakwaan yang berwujud pada pengabdian tulus seorang istri, akan berbalas setimpal, yakni ganjaran surga kelak.

Maka, berhati-hatilah para istri agar tidak gampang mengeluarkan perkataan kasar atau tak patut kepada suami.

Posisi suami, dalam hidup berumah tangga, harus dihormati. Sejumlah keutamaan yang mereka miliki mestinya menuntun bahtera rumah tangga ke arah ridha Allah SWT.

Taatlah kepada suami. Seandainya, kata Rasulullah SAW dalam sabdanya yang dinukilkan oleh Imam at-Tirmidzi, ada sosok yang lebih pantas untuk bersujud di hadapannya, maka niscaya kepada suamilah seorang istri itu dituntut bersimpuh.

8 Sikap Mengatasi Fitnah dan Tuduhan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Fariq Gasim Anuz

Mungkin di antara kita selama hidup pernah difitnah atau dituduh. Ada yang dituduh sebagai pembohong, egois, tidak punya perasaan, pengkhianat, pencuri, dituduh selingkuh, dikatakan zalim, munafik, sesat, atau tuduhan-tuduhan lainnya. Padahal, termasuk zalim, menuduh dan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang tidak dilakukannya.

Jika Anda dituduh dan difitnah oleh seseorang, padahal Anda yakin tidak bersalah maka ada delapan sikap yang sebaiknya kita lakukan.

Pertama, hendaklah kita cek dan kita pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar. Jika ternyata kita salah, jangan malu dan gengsi mengakui kesalahan dan mengikuti kebenaran. Meskipun, cara orang yang menasihati kita kasar atau mungkin bermaksud tidak baik.

Kedua, memperbaiki ucapan atau tindakan kita yang menjadi penyebab orang memfitnah kita. Misalnya, bendahara masjid dituduh mencuri uang kas disebabkan tidak transparannya laporan keuangan. Maka, hendaknya dibuat laporan yang rapi dan jelas.

Jika seseorang dituduh “nakal” karena sering bergaul dengan orang-orang “nakal”, selektiflah dalam memilih sahabat.

Ketiga, ingatlah akan aib dan dosa kita. Syekh Salim Al Hilali berkata, “Kalau Anda bersih dari kesalahan yang dituduhkan itu, tapi sejatinya Anda tidak selamat dari kesalahan-kesalahan lain karena sesungguhnya manusia itu memiliki banyak kesalahan. Kesalahanmu yang Allah tutupi dari manusia jumlahnya lebih banyak. Ingatlah akan nikmat Allah ini di mana Ia tidak perlihatkan kepada si penuduh kekurangan-kekuranganmu lainnya ….” (Dinukil dari buku Ar Riyaa halaman 68).

Keempat, hendaklah kita merenung dan mengevaluasi kesalahan dan dosa-dosa kita. Baik yang berhubungan dengan muamalah antara manusia, maupun dosa-dosa antara kita dengan Allah. Tuduhan dan fitnahan bisa jadi merupakan teguran agar kita kembali dan bertobat kepada Allah.

Kelima, jika kita sabar dan ikhlas, semoga tuduhan dan fitnahan ini dapat mengurangi/menghapus dosa, menambah pahala, dan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya.

Keenam, doakanlah si penuduh agar Allah memberi petunjuk. Jika memungkinkan, nasihatilah dia secara langsung maupun melalui sindiran agar dia bisa sadar dan bertobat. Maafkan dia, tapi kita boleh membalas untuk suatu kemaslahatan asalkan tidak melampaui batas. (Lihat surah Asy Syuuraa 40-43). Jika terpaksa, doakanlah keburukan untuk si zalim agar ia menjadi sadar dan bertobat.

Ketujuh, shalat istikharah untuk meminta bimbingan Allah cara yang tepat mengklarifikasi atau membela diri. Meladeni dan membantah terkadang justru membuka pintu keburukan untuk kita. Bisa jadi, klarifikasi tanpa menyebutkan tentang tuduhan mengenai dirinya dan tanpa menyebutkan nama penuduh akan banyak memberikan manfaat untuk umat.

Kedelapan, yakinlah musibah tuduhan merupakan kebaikan untuk Anda. Si penuduh yang merugi karena dia telah melakukan kejahatan dan berhak memperoleh azab-Nya. Allah berfirman, “…. Janganlah kamu mengira berita (bohong) itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapatkan dosa yang diperbuatnya ….” (Surah an Nuur 11).

“Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (Surah an Nuur 23). Semoga kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan tidak mudah menuduh orang lain tanpa bukti dan dapat menyikapi dengan bijaksana saat mendapat fitnah.

Legislator Pertanyakan Sikap Dipo Membekukan Anggaran Alutsista

Beberapa prajurit Komando Pasukan Katak (KOPASKA) Koarmabar memakai perlengkapan selam pada latihan selam tempur di Dermaga TNI – AL Pondok Dayung Jakarta, Rabu (2/11) . Latihan tersebut di laksanakan secara berjenjang dan berlanjut guna meningkatkan kemampuan prajurit Kopaska Koarmabar khususnya pertempuran aspek laut, (Foto: ANTARA/Sunarto/ Armabar/Spt/11)

22 November 2012, Jakarta: Tindakan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyurati Kementerian Keuangan agar anggaran pertahanan dibekukan dinilai merugikan TNI dalam memodernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Selama ini, menurut Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, DPR selalu memberikan dukungan penuh terhadap TNI. Namun dukungan DPR terhadap pemerintah untuk memperkuat pertahanan negara itu dirusak oleh pemerintah sendiri. “Langkah Dipo bisa membuat Komisi I mempertimbangkan ulang dukungan itu,” kata Mahfudz, di Jakarta, kemarin.

Kementerian Keuangan memberi tanda bintang (membekukan) pencairan dana optimalisasi Kemenhan sebesar Rp 678 miliar untuk pembelian peralatan militer yang meliputi paket enkripsi, komunikasi, monograf, dan 135 set alat selam canggih. Pembekuan dana dipicu surat Seskab Dipo Alam kepada Kemenhan pada 24 Juli 2012 dan Menkeu pada 6 Agustus 2012.

Mahfudz mengatakan, Panitia Kerja (Panja) DPR Alutsista di Komisi I DPR, yang dipimpin Tubagus Hasanuddin, sangat intens dan dinamis membahas program modernisasi alutsista TNI. “Bahkan, sikap kritis Panja banyak menghasilkan efisiensi anggaran,” katanya.

Mahfudz mencontohkan pengalihan rencana pembelian tank berat (MBT) Leopard dari Belanda ke Jerman selaku produsennya. Juga rencana pembelian Sukhoi dari Rusia yang semula melibatkan pihak ketiga diubah menjadi antarnegara (G to G).

Dia menambahkan, Komisi I DPR juga berinisiatif mendorong TNI-AL membeli tiga unit Light Fregat dari Inggris dengan harga sangat ekonomis. Bahkan untuk mendorong efesiensi, Komisi I mengirim tim kecil ke Belanda, Jerman, dan Inggris untuk ikut berbicara dengan pihak-pihak terkait.

Dukungan lain Komisi I DPR, menurut Mahfudz, adalah dihasilkannya alokasi anggaran sebesar Rp 50 triliun. “Karena dari baseline kebutuhan Rp 150 triliun untuk pemenuhan target MEF sampai tahun 2014, pemerintah hanya menyiapkan anggaran Rp 100 triliun,” kata Mahfudz.

Komisi I DPR juga berperan mengarahkan Kemhan dan TNI memperbesar belanja alutsista di dalam negeri dengan melibatkan BUMN industri pertahanan, seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL, juga beberapa industri pertahanan milik swasta. “Panja alutsista melibatkan mereka dalam membahas peluang belanja alutsista di dalam negeri bersama Kemhan dan TNI,” kata Mahfudz.

Dia menambahkan, DPR telah menginisiasi RUU Industri Pertahanan yang disahkan pada September lalu. Undang-undang itu menjadi payung kebijakan negara dalam merevitalisasi industri pertahanan, sehingga kapasitas produksi meningkat dan bertahap dalam rangka membangun kemandirian alutsista.

Dalam periode 2010-2013, anggaran Kemhan dan TNI terus meningkat, termasuk penambahan anggaran di APBN Perubahan melalui dana optimalisasi sektor pertahanan dan keamanan. “Semua dana optimalisasi yang diperjuangkan Komisi I untuk belanja alutsista ini sesuai ajuan TNI. Jadi, tidak benar celotehan Dipo bahwa itu digunakan belanja nonalutsista. Sejak kapan Dipo lebih paham soal alutsista ketimbang TNI,” kata Mahfudz.

Menyikapi pembekuan anggaran pertahanan, Mahfudz menyarankan Menhan dan Panglima TNI segera menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memaparkan program dan anggaran TNI, termasuk yang diberi tanda bintang alias dibekukan Kemenkeu atas masukan Dipo Alam. Jika itu tidak dilakukan, dia khawatir opini publik mengamini pernyataan Dipo dan pada gilirannya membuat DPR, khususnya Komisi I, menarik diri dari sikap mendukung program modernisasi alutsista TNI.

“Memang kami pun menemukan cukup banyak hal yang harus dibenahi dalam sistem perencanaan, penganggaran, dan pengadaan alutsista di Kemhan dan TNI. Namun, langkah kami adalah mendukung sambil mengkritisi secara positif. Kecuali Dipo Alam memang punya agenda menghambat atau menggagalkan program modernisasi alutsista TNI yang telah disusun dalam tiga tahap renstra,” ujarnya.

Secara terpisah, Menkeu Agus Martowardojo mengakui, pihaknya telah membintangi anggaran Kemenhan untuk program modernisasi alutsista. Namun, dia tak menyangka jika tindakan itu membuat pengadaan empat item alutsista di Kemenhan menjadi tertunda.

Perintah pemblokiran itu sendiri disampaikan Menkeu melalui Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Purnomo. Dalam salinan surat yang diterima wartawan, Herry mengirim surat tertanggal 10 Agustus 2012 kepada Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu dan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemenhan.

“Sehubungan arahan Menteri Keuangan atas revisi APBNP Kementerian Pertahanan/TNI tahun anggaran 2012 agar diberi tanda bintang sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Herry Purnomo.

Dalam surat bernomor S-2113/AG/2012, anggaran yang diberi tanda bintang adalah penambahan anggaran yang berasal dari pemanfaatan optimalisasi nonpendidikan tahun anggaran 2012 sebesar Rp 480 miliar. Pemberian tanda bintang juga meliputi SP-RKAKL UO TNI AL TA 2012 sebesar Rp 198 miliar. “Sebesar Rp 198 miliar program modernisasi alutsista No. STAP-012.23.18-2/AG/2011 tertanggal 18 November 2011,” tulisnya.

Anggaran itu berisi empat pengadaan, yakni pengadaan 1 paket enkripsi senilai Rp 350 miliar, 1 paket tactical communication Rp 15 miliar, 1 paket Monobs DF Rp 115 miliar, dan 135 alat selam Rp 198 miliar.

Sementara itu, pengurus PKS mengaku akan meminta penjelasan dan klarifikasi Mentan Suswono yang juga kader PKS seputar laporan Seskab Dipo Alam tentang kongkalikong anggaran. Namun, katanya, itu dilakukan jika dugaan kongkalikong sudah terbukti dan jelas. “Kalau belum pasti, kenapa harus minta klarifikasi dan penjelasan,” ujar Ketua DPP PKS Jazuli Juwaeni.

Sumber: Suara Karya